Tuesday, November 6, 2012

Makalah Psikologi pendidikan



1)                  Ada beberapa definisi tentang psikologi pendidikan.
a. Sebutkan beberapa pendapat tokoh tentang psikologi pendidikan tersebut!
b. Berdasarkan beberapa definisi tersebut, buatkan kesimpulan (menggunakan pendapat saudara sendiri) tentang psikologi pendidikan !
Jawab :
a. Definisi psikologi pendidikan menurut beberapa ahli  :
Ø    Menurut Arthur S. Reber (1988), psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah pendidikan yang berguna dalam hal - hal sebagai berikut :
1.    Penerapan prisip-prinsip belajar dalam kelas.
2.    Pengembangan dan pembaruan kurikulum.
3.    Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan.
4.    Sosialisasi proses – proses dan interaksi proses – proses tersebut dengan pendaya gunaan ranah kognitif.
5.    Penyelenggaraan pendidikan keguruan.

Ø    Menurut Berlow (1985), psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyadiakan serangkaian sumber – sumber  untuk membantu anda melaksanakan tugas sebagai seorang guru dalam proses belajar – mengajar secara lebih efektif.


Ø    Menurut Witherinton (1978), memberi definisi psikologi pendidikan sebagai” A systematic study of the process and factors involved in the education of human being is called education psychology, yakni bahwa psikologi pendidikan adalah study “sistematis tentang proses – proses dan faktor – faktor yang berhubungan dengan manusia.

Ø    Menurut Tardirf (1987) mendifinisikan psikologi pendidikan sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha – usaha kependidikan.

Ø    Menurut Muhibbidin Syah adalah psikologi pendidikan merupakan suatu disiplin psikologi yang terjadi pada dunia pendidikan.


Ø    Menurut Djiwandono(2006),  psikologi pendidikan merupakan ilmu yang mempelajari tentang belajar, dan kematangan individu serta penerapan prinsip – prinsip ilmiah terhadap reaksi manusia yang nantinyamempengaruhi proses belajar mengajar.


b. Kesimpulan :
Psikologi pendidikan dapat disimpulkan sebagai salah satu cabang psikologi yang secara khusus mengkaji perilaku individu dalam konteks situasi pendidikan dengan tujuan untuk menggali fakta-fakta, teori-teori psikologi yang berkaitan dengan pendidikan.






2)                  Apa kontribusi psikologi pendidikan terhadap teknologi pendidikan !

Jawab :
Teknologi pendidikan menentukan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan dalam proses belajar mengajar di kelas atau membentuk suatu kurikulum pendidikan. Sedangkan ilmu psikologi pendidikan adalah ilmu yang memepelajari tentang belajar, dan penerapan perilaku manusia terhadap kependidikan. Dan untuk menentukan sebuah sistem pembelajaran atau sistem kurikulum yang cocok diperlukan ilmu psikologi pendidikan  untuk bisa menilai seberapa besar kebutuhan yang diperlukan setiap individu yang dituju agar sistem tersebut dapat diaplikasikan secara maksimal dalam pendidikan. Terlepas dari berbagai aliran psikologi yang mewarnai pendidikan, pada intinya kajian psikologis ini memberikan perhatian terhadap bagaimana in put, proses dan out pendidikan dapat berjalan dengan tidak mengabaikan aspek perilaku dan kepribadian peserta didik. Dengan demikian dalam menentukan sisitem pembelajaran yang sesuai, dalam kajian psikologis terutama berkenaan dengan aspek-aspek: (1) kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks; (2) pengalaman belajar siswa; (3) hasil belajar (learning outcomes), dan (4) standarisasi kemampuan siswa.

3)                  Sebutkan dan jelaskan :
a. Kelebihan dari metode observasi
b. Kelemahan dari metode observasi
c. Kelebihan dari metode wawancara
d. Kelemahan dari metode wawancara


Jawab :

a)                  Kelebihan Metode Observasi
ü  Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi. Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data yang telah diperoleh sebelumnya dari individu-individu.
ü  Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan.
ü   Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
ü  Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu.

b)                 Kelemahan Metode Observasi
ü  Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya.
ü  Pekerjaan yang sedang diamati mungkin tidak mewakili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan atau volume-volume kegiatan tertentu.
ü  Dapat mengganggu proses yang sedang diamati.
ü  Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutup-nutupi kejelekan-kejelekannya.

c)                  Kelebihan Metode Wawancara
ü Flexibility. Pewawancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Jika dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”. Demikian pula jika ingin memperoleh informasi tambahan, maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan, bahkan jika suatu pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada saat itu, maka dia dapat menundanya.
ü Nonverbal Behavior. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal, misalnya rasa suka, tidak suka atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden.
ü Question Order. Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara baik, sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
ü  Respondent alone can answer. Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah ditetapkan.
ü  Greater complexity of questionnaire. Kuesioner umumnya berisi pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.
ü  Completeness. Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan.

d)                 Kelemahan Metode Wawancara
ü  Interview Bias. Walau dilakukan secara tatap muka, namun kesalahan bertanya dan kesalahan dalam menafsirkan jawaban, masih bisa terjadi. Sering atribut (jenis kelamin, etnik, status sosial, jabatan, usia, pakaian, penampilan fisik, dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi jawaban.
ü  Mengadakan wawancara dengan individu satu persatu memerlukan banyak waktu dan tenaga dan juga mungkin biaya.
ü  Keberhasilan wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara dalam melakukan hubungan antar manusia (human relation).
ü  Sangat tergantung pada kesediaan, kemampuan dan keadaan sementara dari subyek wawancara, yang mungkin menghambat ketelitian hasil wawancara.
ü  Jangkauan responden relatif kecil dan memakan waktu lebih lama dari pada angket dan biaya yang relatif yang lebih mahal.
ü  Wawancara tidak selalu tepat pada kondisi-kondisi tempat tertentu, misalnya di lokasi-lokasi ribut dan ramai.




4)                 Sebutkan dan jelaskan tugas – tugas perkembangan aspek kognitif dan bahasa ( silahkan dipilih salah satu) untuk :
·           Bayi
·           Anak – anak
·           Remaja


Jawab :

ASPEK PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA BAYI
Ahli psikologi Eropa telah lama mengenal pasti asas pembentukan mental dan hubungannya dengan perkembangan kognitif manusia. Mereka menyarankan bahawa minda memainkan peranan penting dalam aspek perkembangan yang dilalui oleh manusia.
PERIODE SENSORIMOTOR
Menurut Piaget, bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks bawaan tersebut. Periode sensorimotor adalah periode pertama dari empat periode. Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial penting dalam enam sub-tahapan:
1.                  Sub-tahapan skema refleks, muncul saat lahir sampai usia enam minggu dan berhubungan terutama dengan refleks.
2.                  Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer, dari usia enam minggu sampai empat bulan dan berhubungan terutama dengan munculnya kebiasaan-kebiasaan.
3.                  Sub-tahapan fase reaksi sirkular sekunder, muncul antara usia empat sampai sembilan bulan dan berhubungan terutama dengan koordinasi antara penglihatan dan pemaknaan.
4.                  Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder, muncul dari usia sembilan sampai duabelas bulan, saat berkembangnya kemampuan untuk melihat objek sebagai sesuatu yang permanen walau kelihatannya berbeda kalau dilihat dari sudut berbeda (permanensi objek).
5.                  Sub-tahapan fase reaksi sirkular tersier, muncul dalam usia dua belas sampai delapan belas bulan dan berhubungan terutama dengan penemuan cara-cara baru untuk mencapai tujuan.
6.                  Sub-tahapan awal representasi simbolik, berhubungan terutama dengan tahapan awal kreativitas.

Perkembangan Aspek Bahasa (berbicara)
Perkembangan bahasa di tingkat pemula ( bayi) dapat dianggap semacam persiapan berbicara.
a. Pada bulan-bulan pertama, bayi hanya pandai menangis. Dalam hal ini tangisan bayi dianggap sebagai pernyataan rasa tidak senang.
b. Kemudian ia menangis dengan cara yang berbeda-beda menurut maksud yang hendak dinyatakannya.
c. Selanjutnya ia mengeluarkan bunyi ( suara-suara ) yang banyak ragamnya. tetapi bunyi-bunyi itu belum mempunyai arti , hanya untuk melatih pernapasan saja.
d. Menjelang ussia pertengahan di tahu pertama, ia meniru suara-suara yang didengarkannya, kemudian mengulangi suara tersebut, tetapi bukan karna dia sudah mengerti apa yang dikatakan kepadanya.
Ada dua alasan mengapa bayi belum pandai berbicara: pertama, alat-alat bicaranya belum sempurna. Kedua, untuk dapat berbicara, ia memerlukan kemampuan berpikir yang belum dimiliki oleh anak bayi. Kemampuan berbicara dapat dikembangkan melalui belajar dan berkomunikasi dengan orang lain secara timbal balik. Ditingkat pemula ( bayi ) tidak ada perbedaan perkembangan bahasa antara anak yang tuli dengan anak yang biasa. Anak tuli juga menyatakan perasaan tak senang dengan cara menangis. sedangkan rasa senangnya dinyatakan dengan berbagai macam suara raban, tetapi tingkat perkembangan bahasa yang selanjutnya tidak dialami olehnya. Ia tidak mampu mengulangi suara-suara rabannya dan suara orang lain. Jika ia nanti sudah besar, ia akan menjadi bisu.
Pada mulanya motif anak mempelajari bahasa adalah agar dapat memenuhi:
1.                  keinginan untuk memperoleh informasi tentang lingkungannya, diri sendiri, dan kawan-kawannya ini terlihat pada anak usia 2 setengah – 3 tahun.
2.                  Memberi perintah dan menyatakan kemauannya.
3.                  Pergaulan social dengan orang lain.
4.                  Menyatakan pendapat dan ide-idenya.

Perkembangan bahasa seorang anak menurut Clara dan William Stern, ilmuan bangsa Jerman, dibagi dalam empat masa, yaitu: masa kalimat satu kata, masa memberi nama, masa kalimat tunggal dan masa kalimat majemuk.
1.                  Kalimat satu kata: satu tahun s.d satu tahun enam bulan
Dalam masa pertama ini seorang anak mulai mengeluarkan suara-suara raban yakni permainan dengan tenggorokan, mulut dan bibir supaya selaput suara menjadi lebih lembut. Selain itu di masa ini seorang anak sudah dapat menirukan suara-suara walaupun tidak begitu sama persis dengan bunyi aslinya. Di masa ini juga mulai terbentuknya satu kata. Anak sudah mulai bisa mengucapkan kata seperti “ibu” dan lainnya.
2.                  Masa memberi satu nama: satu setengah tahun s.d dua tahun
Dalam masa kedua ini terjadi masa apa itu, masa dimana mulai timbul suatu dorongan dalam diri seorang anak untuk mengetahui banyak hal. Inilah yang menyebabkan anak akan sering bertanya apa ini? apa itu? siapa ini? dan lainnya. Dan di masa ini kemampuan anak merangkai kata mulai meningkat. Dulu yang hanya bisa satu kata, bertambah menjadi dua kata, tiga kata hingga lebih sempurna.
3.                  Masa kalimat tunggal: dua tahun s.d setengah tahun.
Dalam masa ketiga ini terdapat usaha anak untuk dapat berbahasa dengan lebih baik dan sempurna. Anak mulai bisa menggunakan kalimat tunggal serta menggunakan awalan dan akhiran pada kata. Namun tak jarang anak membuat kata-kata baru yang lucu didengar dengan menggunakan caranya sendiri.
4. Masa kalimat majemuk : dua tahun enam bulan dan seterusnya.
Di tahap ini seorang anak sudah dapat mengucapkan kalimat yang lebih panjang dan sempurna,baik berupa kalimat majemuk dan berupa pertanyaan, sehingga susunan bahasanya terdengar lebih sempurna.
5)                  Berdasarkan tugas perkembangan yang telah saudara pilih (no.4) di atas, sebagai seorang mahasiswa teknologi pendidikan, kegiatan apa yang dapat saudara tawarkan untuk meningkatkan aspek – aspek tersebut !

Jawab :
Memberikan penyuluhan dan nasehat kepada para orangtua bayi untuk mengetahui seberapa cepat perkembangan anaknya tersebut, dengan melihat perkembangan yang dilakukan bayi itu, apa perkembangannya cepat, sedang atau lambat. Dan apabila pemikiran bayi itu cepat orang tua bias disarankan memberikan permainan yang lumayan sulit untuk anaknya tersebut guna melatih ketajaman berfikir bayi tersebut.

6)                  Berdasarkan tugas desain pesan, anlisalah tugas tersebut dari sudut :
a. Usia pengguna
b. Bahasa pengguna
c. Kognitif pengguna


Jawab :

a.                   Usia pengguna
Tugas desain pesan yang telah saya analisis pantas ditujukan para pelajar  tingkat SMP dan SMA dan Perguruan tinggi. Dikarenakan tujuan dan motivasi yang terkandung dalam poster yang saya buat itu mudah dipahami oleh kalangan SMP keatas.


b.                  Bahasa pengguna
Dilihat dari bahasa yang digunakan dalam poster tersebut, poster tersebut akan mudah mengene kepada sasaran yang mempunyai kelebihan di dalam bahasa asing yang sesuai dengan susunan kata yang saya buat dalam poster dari tugas desain pesain itu.


c.                   Kognitif pengguna
Dilihat dari bentuk gambar dan tulisan yang disajikan dalam poster, sesuai ditujukan kepada mereka yang telah mengalami perkembangan kognitif pada tahap operasional formal yakni umur 15 sampai dewasa. Hal ini diperlukan karena pengguna harus mampu untuk berpikir secara abstrak, dan menarik kesimpulan dari isi pesan poster yang saya buat itu.










DAFTAR PUSTAKA
1.                  Mahmud, Dimyati, M. 1989. Psikologi Pendidikan. DEBDIKBUD : Jakarta.
2.                  Syah, Muhibbin. 1997. Psikologi dengan Pendekatan Baru. PT REMAJA ROSDAKARYA : Bandung.
6.                  http://file.upi.edu/Direktori/A%20%20FIP/JUR.%20PGTK/196510011998022%20-%20ERNAWULAN%20SYAODIH/PSIKOLOGI%20PERKEMBANGAN.pdf
7.                  http://hbis.wordpress.com/2009/10/24/perkembangan-aspek-fisik-motorik-kognitif-bahasa-moral-sosial-emosi-dan-agama-dari-bayi-hingga-kanak-kanak/

No comments:

Post a Comment