Tuesday, November 6, 2012

Makalah tentang definisi filsafat pendidikan


PENGERTIAN FILSAFAT
Kata filsafat atau falsafat, berasal dari bahasa yunani. Kalimat ini berasal dari kata Philosophia yang berarti cinta pengetahuan, terdiri dari kata philos yang berarti cinta, senang, suka, dan kata sophia berarti pengetahuan, hikmah dan kebijaksanaan (Ali, 1986:7)
Hasan Shadily (1984:9) Mengatakan bahwa filsafat menurut asal katanya adalah cinta akan kebenaran. Dengan demikian dapat ditarik pengertian bahwa pengertian filsafat adalah cinta kepada ilmu pengetahuan atau kebenaran , suka kepada hikmah dan kebijaksanaan.
Dalam pengertian yang lebih luas Harol Titus, Mengemukakan pengertian filsafat sebagai berikut.
1.      Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara kritis.
2.      Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi.
3.      Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan.
4.      Filsafat adalah analisis logis dari bahasan serta penjelasan tentang arti konsep
5.      Filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsung mendapat perhatian manusia dan dicarikan jawabannya oleh ahli filsafat (Jalaluddin dan said, 1994 : 9)

PENGERTIAN FILSAFAT PENDIDIKAN
Pengertian filsafat pendidikan adalah suatu aktifitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat tersebut sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan, dan memadukan proses pendidikan. Artinya bahwa filsafat pendidikan dapat menjelaskan nilai-nilai dan maklumat-maklumat yang diupayakan untuk mencapainya maka filsafat pendidikan dan pengalaman kemanusiaan merupakan faktor yang integral atau satu-kesatuan (Al-Syaibany, 1979:36)
Menurut John Dewey, filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik yang menyangkut daya pikir (intelektual)maupun daya perasaan (emosional), menuju ke arah tabi’at manusia, maka filsafat bisa juga diartikan sebagai teori umum pendidikan.
Filsafat pendidikan yakni ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam bidang pendidikan . karenanya dengan bersifat filosofis, bermakna bahwa filsafat pendidikan merupakan aplikasi suatu analisa filosofis terhadap bidang pendidikan (Barnadib, 1993:3)
RUANG LINGKUP BAHASAN FILSAFAT DAN FILSAFAT PENDIDIKAN
Secara makro (umum) apa yang menjadi objek pemikiran filsafat, yaitu dalam ruang lingkup yang menjangkau permasalahan kehidupan manusia, alam semesta dan alam sekitarnya adalah juga obyek pemikiran filsafat pendidikan.
Secara mikro (khusus) yang menjadi ruang lingkup filsafat pendidikan meliputi :
1.      Merumuskan secara tegas sifat hakikat pendidikan (The Nature of Education)
2.      Merumuskan sifat hakikat manusia, sebagai subyek dan obyek pendidikan (The Nature of Man)
3.      Merumuskan secara tegas hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan, agama dan kebudayaan.
4.      Merumuskan hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan dan teori pendidikan
5.      Merumuskan hubungan antara filsafat negara(ideologi), filsafat pendidikan dan politik pendidikan (sistem pendidikan)
6.      Merumuskan sistem nilai-norma atau isi moral pendidikan yang merupakan tujuan pendidikan.
Dengan demikian dari uraian diatas diperoleh suatu kesimpulan bahwa yang menjadi ruang lingkup filsafat pendidikan itu adalah semua aspek yang berhubungan dengan upaya manusia untuk mengerti dan memahami hakikat pendidikan itu sendiri, yang berhubungan dengan bagaimana pelaksanaan pendidikan yang baik dan bagaimana dengan tujuan pendidikan itu dapat dicapai seperti yang dicita-citakan.

HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN FILSAFAT PENDIDIKAN
Hubungan antara filsafat dengan filsafat pendidikan menjadi sangat penting sebab ia menjadi dasar, arah dan pedoman suatu sistem pendidikan. Filsafat pendidikan adlah aktifitas pemikiran teratur yang menjadikan filsafat sebagai medianya untuk menyusun proses pendidikan, menyelaraskan dan mengharmoniskan dan menerangkan nilai nilai dan tujuan yang ingin dicapai.

PEMIKIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN MENURUT SOCRATES
Prinsip prinsip dasar pendidikan menurut Socrates adalah metode dialektis, yang digunakan oleh Socrates  yang mana telah menjadi dasar teknis pendidikan yang direncanakan untuk mendorong seorang belajar untuk berfikir secara cermat,untuk menguji coba diri sendiri dan untuk memperbaiki pengetahuannya.
Tujuan pendidikan yang benar menurut Socrates adalah untuk merangsang penalaran yang cermat dan disiplin mental yang akan menghasilkan perkembangan intelektual yang terus menerus dan standar moral yang tinggi.

PEMIKIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN MENURUT PLATO
Bagi plato pendidikan adalah suatu bangsa dengan tugas yang harus dilaksanakan untuk kepentingan negara dan perorangan, pendidikan itu memberikan kesempatan kepadanya untuk penampilan kesanggupan diri pribadinya (Ali, 1993:60)
Menurut plato didalam negara idealnya pendidikan memperoleh tempat yang paling utama dan mendapat perhatian yang paling khusus bahkan dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah tugas dan panggilan yang sangat mulia yang harus diselenggarakan oleh negara.
Tujuan pendidikan menurut plato adalah untuk menemukan kemampuan-kemampuan ilmiah setiap individu dan melatihnya sehingga ia akan menjadi seorang warga negara yang baik, dalam suatu masyarakat yang harmonis, melaksanakan tugas-tugasnya secara efisien sebagai seorang anggota kelasnya. Plato juga menekankan perlunya pendidikan direncanakan dan diprogramkan sebaik-baiknya agar mampu mencapai sasaran yang diidamkan.

PEMIKIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN MENURUT ARISTOTELES
Aristoteles mengemukakan bahwa pendidikan yang baik adalah yang mempunyai tujuan untuk kebahagiaan. Kebahagiaan tertinggi adalah hidup spekulatif (Barnadib, 1994:72)
Prinsip pokok pendidikan menurut Aristoteles adalah pengumpulan serta penelitian fakta-fakta suatu belajar induktif,suatu pencarian yang obyektif akan kebenaran sebagai dasar dari semua ilmu pengetahuan. 

No comments:

Post a Comment