Tuesday, November 6, 2012

RPP Bahasa Indonesia


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
 (RPP)
SatuanPendidikan     : SMA Kebangsaan
Mata Pelajaran          : Bahasa Indonesia
Kelas                           : XI
Semester                     : 1
AlokasiWaktu            : 4 x 45
A.          STANDAR KOMPETENSI :
Membaca : memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring.
B.           KOMPETENSI DASAR :
         Menemukan perbedaan paragraf induktif dan deduktif melalui kegiatan membaca intensif
C.          INDIKATOR :
1.   Kognitif
a.       Produk
·  Mengidentifikasi ciri paragraf induktif dan deduktif
·  Menunjukkan perbedaan antara  paragraf induktif dengan induktif
·  Mengidentifikasi ciri kalimat utama dan kalimat penjelas dalam paragraf induktif dan deduktif
b.      Proses
·  Menemukan kalimat yang mengandung gagasan utama pada paragraf
·  Menemukan kalimat penjelas yang mendukung gagasan utama
·  Menemukan paragraf induktif dan deduktif

2.   Psikomotor
1)      Menata kalimat-kalimat menjadi paragraf induktif dan deduktif
2)      Mengubah paragraf induktif menjadi paragraf deduktif atau sebaliknya
3.   Afektif
a.       Karakter
·         kerja sama
·         jujur
·         tanggung jawab
·          apresiatif
b.      Keterampilan sosial
·         Bertanya dengan bhasa yang baik dan benar
·         Menyumbang ide
·         Menjadi pendengar yang baik
·         Membantu teman yang mengalami kesulitan

D.          TUJUAN PEMBELAJARAN :
Kognitif
    1. Produk
1)      Secara mandiri siswa dapat mengidentifikasi ciri paragraf induktif dan deduktif dengan mengerjakan tugas di LP 1: produk.
2)      Secara mandiri siswa dapat menunjukkan perbedaan antara  paragraf induktif dengan induktif dengan mengerjakan tugas di LP 1: produk.
3)      Secara mandiri siswa dapat mengidentifikasi ciri kalimat utama dan kalimat penjelas dalam paragraf induktif dan deduktif dengan mengerjakan tugas di LP 1: produk.

    1. Proses
Siswa diberikan lembar kerja yang berisi contoh-contoh paragraf yang terdapat dalam LP 2: proses. Selanjutnya, siswa diharapkan dapat menemukan
1)      kalimat yang mengandung gagasan utama paragraf;
2)      kalimat penjelas yang mendukung gagasan utama paragraf; dan
3)      paragraf induktif dan deduktif.


Psikomotor
1)      Siswa dapat menata kalimat-kalimat menjadi paragraf induktif dan deduktif berdasarkan kalimat yang disediakan dalam LP 3: psikomotor.
2)      Siswa dapat mengubah paragraf induktif menjadi paragraf deduktif atau sebaliknya berdasarkan contoh paragraf yang disediakan dalam LP 3: psikomotor.

Afektif
a.       Karakter
Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam berperilaku seperti kerja sama, jujur, bertanggung jawab, dan apresiatif.
b.      Keterampilan sosial
Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam keterampilan bertanya dengan bahasa yang baik dan benar, menyumbang ide, menjadi pendengar yang baik, dan membantu teman yang mengalami kesulitan
E.           MATERI PEMBELAJARAN :
Paragraf  yang berpola deduktif dan induktif :
·         cirikalimat utama
·         cirikalimat penjelas
·         ciri paragraf deduktif/ induktif
·         perbedaan deduktif dengan induktif

F.           MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model pembelajaran       : kooperatif
Metodepembelajaran      : diskusi, unjukkerja
G.          BAHAN
LembarKerja, kertas HVS/buffalo, spidol, perekat
H.          ALAT
Komputerdan LCD


I.             LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
Kegiatan
PenilaianolehPengamat
1
2
3
4
A.

Kegiatan Awal (15 menit)
1.      Mengecekkesiapansiswa
2.      Memotivasisiswasebagaikegiatan appersepsi
3.      Mengarahkan pemahamansiswa tentang paragraf










1
2
3
4
B.

Kegiatan Inti (65 menit)
Penggalan 1
  1. Siswa duduk dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas 5 orang anggota.
  2. Siswa membaca secara intensif contoh-contoh paragraf induktif yang diberikan oleh guru.
  3. Siswa berdiskusi untuk mengidentifikasi ciri paragraf induktif berdasarkan contoh paragraf yang telah mereka baacakan secara intensif.
  4. Siswa membaca secara intensif contoh-contoh paragraf deduktif yang diberikan oleh guru.
  5. Siswa berdiskusi untuk mengidentifikasi ciri paragraf deduktif berdasarkan contoh paragraf yang telah mereka baacakan secara intensif.
  6. Di dalam kelompoknya siswa bertanggung jawab bersama-sama dalam menunjukkan perbedaan antara  paragraf induktif dengan deduktif dan menuliskannya di kertas buffalo serta menempelkannya di dinding/papan tulis.
Penggalan 2
  1. Siswa mengidentifikasi ciri kalimat utama dalam paragraf induktif secara bersama-sama untuk menunjukkan kerja sama
  2. Siswa mengidentifikasi ciri kalimat utama dalam paragaraf deduktif secara bersama-sama untuk menunjukkan kerja sama
  3. Siswa mengidentifikasi ciri kalimat penjelas dalam paragraf induktif. Siswa mengajukan pertanyaan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar bila berada dalam kondisi ragu-ragu.
  4. Siswa mengidentifikasi ciri kalimat kalimat penjelas dalam paragraf deduktif. Siswa mengajukan pertanyaan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar bila menemukan hal-hal yang belum jelas
  5. Siswa menemukan kalimat yang mengandung gagasan utama pada paragraf
  6. Siswa menemukan kalimat penjelas yang mendukung gagasan utama
Penggalan 3
  1. Siswa berdiskusi untuk menemukan paragraf induktif dan deduktif dalam sebuah wacana yang disediakan dengan menerapkan prinsip saling menyumbang ide. Siswa juga menunjukkan sikap sebagai pendengar yang baik ketika temannya menyumbangkan ide.
  2. Siswa menata kalimat-kalimat menjadi paragraf induktif seraya membantu teman sejawat yang mengalami kesulitan
  3. Siswa menata kalimat-kalimat menjadi paragraf deduktif seraya membantu teman sejawat yang mengalami kesulitan
  4. Siswa berupaya mengapresiasi teman sejawat dalam unjuk kerja mengubah paragraf induktif menjadi paragraf deduktif atau sebakliknya. Siswa juga menunjukkan apresiasi terhadap hasil unjuk kerja teman kelompok lain.






1
2
3
4
C.

Kegiatan Akhir (10 menit)  
1.      Siswamembuatrumusansimpulanterhadapbutir-butirpembelajaran yang sudahmnerekaikuti.
2.      Siswamenyampaikankesandenganmenggunakanbahasa yang baikdanbenarterhadappembelajaran yang baruberlangsungsebagaikegiatan refleksi.
3.      Guru memberipenguatanterhadapsimpulan yang diberikanolehparasiswa.





J.            SUMBER PEMBELAJARAN
1.      LembarKerja
2.      LP 1 = kognitif: produk
3.      LP 2 = kognitif: proses
4.      LP 3 = psikomotor
5.      LP 4 = afektif: perilakuberkarakter
6.      LP 5 = afektif: keterampilansosial
7.      Tabelspesifikasilembarpenilaian
8.      Silabus

K.          PENILAIAN
Jenis Tagihan:
§  tugas individu: menggunakan LP1, LP4, dan LP5
§  kelompok     : menggunakan LP2 dan LP3
§  (ulangan)      : lembarkerja
Bentuk Instrumen:
§  uraian bebas
§  jawaban singkat
§  lembarpengamatan
Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Analisis Metode Pembelajaran Pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran bahasa indonesia pokok bahasan memahami wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring di kelas XI semester 1 SMA kebangsaan.
Pada Standar Kompetensi (SK) : memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring dengan Kompetensi Dasar (KD) : Menemukan perbedaan paragraf induktif dan deduktif melalui kegiatan membaca intensif. Kemudian terurai menjadi tujuan pembelajaran sebagai berikut :
Kognitif
Produk
1.      Secara mandiri siswa dapat mengidentifikasi ciri paragraf induktif dan deduktif dengan mengerjakan tugas di LP 1: produk.
2.      Secara mandiri siswa dapat menunjukkan perbedaan antara  paragraf induktif dengan induktif dengan mengerjakan tugas di LP 1: produk.
3.      Secara mandiri siswa dapat mengidentifikasi ciri kalimat utama dan kalimat penjelas dalam paragraf induktif dan deduktif dengan mengerjakan tugas di LP 1: produk.

Proses
·         Siswa diberikan lembar kerja yang berisi contoh-contoh paragraf yang terdapat dalam LP 2: proses. Selanjutnya, siswa diharapkan dapat menemukan

1.      kalimat yang mengandung gagasan utama paragraf
2.      kalimat penjelas yang mendukung gagasan utama paragraf
3.      paragraf induktif dan deduktif.

Psikomotor
1.      Siswa dapat menata kalimat-kalimat menjadi paragraf induktif dan deduktif berdasarkan kalimat yang disediakan dalam LP 3: psikomotor.
2.      Siswa dapat mengubah paragraf induktif menjadi paragraf deduktif atau sebaliknya berdasarkan contoh paragraf yang disediakan dalam LP 3: psikomotor.

Afektif
a.       Karakter

Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam berperilaku seperti kerja sama, jujur, bertanggung jawab, dan apresiatif.
b.      Keterampilan sosial

Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam keterampilan bertanya dengan bahasa yang baik dan benar, menyumbang ide, menjadi pendengar yang baik, dan membantu teman yang mengalami kesulitan
Pembelajaran yang dilakukan seperti dalam uraian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran seperti di atas adalah pembelajaran yang menggunakan teori koneksionisme / teori asosiasi, dengan menerapkan pendekatan yang bepusat pada guru dan muridnya,sehingga  pembentukan asosiasi antara kesan yang ditangkap pancaindra dengan kecenderungan untuk bertindak atau hubungan antara Stimulus dan Respon (S-R). Dan menggunakan model strategi pembelajaran langsung (direct instruction) yang bertujuan menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri siswa, serta memakai metode diskusi selama proses pembelajaran berlangsung

Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menurut Thorndike.
Pembelajaran dalam uraian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tersebut diatas menggunakan teori belajar menurut thorndike atau teori koneksionisme / teori asosiasi, karena teori belajar menurut thorndike mengemukakan bahwa belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi –asosiasi antara peristiwa- peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R). Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat, sedang respon adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Oleh karena itu pada teori pembelajaran, diharapkan para guru harus memahami materi pelajaran yang diajarkan sebagai suatu pelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan memahami barbagai model pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan siswa untuk belajar dengan perencaan pengajaran yang matang oleh guru kepada muridnya.
Untuk itu guru haruslah memperhatikan dan memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan siswanya, sebagai bentuk dorongan untukpembentukan mental siswa.
Selanjutnya dalam eksperimennya Thorndike mengemukakan prinsip yang ia sebut hukum efek. Hukum ini menyatakan bahwa perilaku yang diikuti kejadian yang menyenangkan, lebih cenderung akan terjadi lagi di masa mendatang, artinya setiap waktu ke waktu dalam proses pembelajaran guru harus melihat perkembangan siswa terutama dalam penguasaan materi pembelajaran yang harus dikuasai oleh siswa pada pokok bahasan memahami wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring.
Proses pembelajaran memahami wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaringdisini haru mengacu pada prinsip belajar berdasarkan stimulus (s) dengan respon (r), maka untuk mendapatkan keseluruhan materi pengalaman yang harus dimiliki siswa pada teori koneksionisme / teori asosiasi adalah dengan seringnya melakukan latihan-latihan secara berulang-ulang tanpa takut salah mengerjakan soal-soal yang berhubungan dengan pembahasan memahami wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring.
Dan apabila siswa itu melakukan kesalahan maka siswa tersebut akan mampu untuk mencari jawaban dari materi pembahasan memahami wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring tersebut.
Aplikasi teori thorndike dalam pembelajaran, guru harus memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berpikirnya, melainkan perlu diperhatikan bahwa proses mengulang untuk siswa itu sangatlah penting karena daya pikir siswa masih lambat dibandinkan dengan daya pikir orang dewasa, artinya setiap siswa akan dengan bertahap memahami materi yang diberikan guru.

Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menurut Pavlov.
Pada pembelajaran dalam uraian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tersebut diatas juga bisa diartikan menggunakan teori belajar menurut pavlov dengan teori Classical conditionin.
Dijelaskan pada teori pavlov tentang fase akuitis yaitufase belajar permulaan dari respons kondisi, yang artinya jika seorang siswa belajar mengerjakan soal-soal tentang pembahasan memahami wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring belum bisa menangkap apa materi yang dijelaskan oleh gurunya,maka guru akan melakukan remidi atau ujian ulang untuk memperbaiki hasil ujian yang kurang baik itu. Dan apabila ada seorang siswa yang lulus dalam ujian maka guru akan memberikan nilai tambahan pada mata pelajaran bahasa indonesia selanjutnya. maka secara tidak langsung siswa akan belajar sungguh-sungguh untuk dapat lulus dalam ujian tentang memahami wacana tulis tersebut, karena mereka sudah mengerti kalau mereka lulus akan mendapatkan nilai tambahan dalam mata pelajaran bahasa indonesia selanjutnya.
Kemudian diteori pavlov juga dijelaskan tentang diskriminasi yaitu kebalikan dari generalisasi adalah diskriminasi, yaitu ketika seorang individu belajar menghasilkan respons kondisi pada satu stimulus namun tidak dari stimulus yang sama namun kondisinya berbeda.
Yang artinya, apabila seorang siswa itu memperlihatkan respons lemas ketika guru bahasa indonesia membawakan selembar kertas yang menandakan bahwa guru tersebut akan mengadakan ulangan mendadak, namun siswa akan memperlihatkan respons sebaliknya ketika guru bahasa indonesia membawa tas yang besar atau guru bahasa indonesia tersebut berhalangan hadir karena sakit atau ada kepentingan pribadi yang tidak bisa ditinggalkan oleh guru bahasa indonesia tersebut.



Kisi-kisi aplikasi dari kedua teori tersebut bisa diterapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
1.      Tujuan; untuk apa pembelajaran itu?
2.      Meteri; apa isi pembelajaran?
3.      Metoda; bagaimana prosedur (tatacara) pembelajaran itu?
4.      Situasi; apa yang terjadi ada saat pembelajaran?
5.      Media; apa saja alat atau fasilitas pembelajaran itu?
6.      Pendidik; guru, fasilitator, mentor, dan lainnya
7.      Peserta didik; peserta didik, murid, anak didik, dan lainnya.
8.      Evaluasi; penilaianhasilpembelajaran.
Delapan faktor di atas harus ditentukan dalam sebuah rencana pembelajaran agar pembelajaran menjadi sebuah aktifitas yang komplit dan efektif.
Dalam dunia pendidikan dikenal beberapa jenis teori belajar yang dirancang sebagai model untuk pembelajaran yang berasal dari temuan beberapa ahli psikologi dan pendidikan. Para ahli yang mendasarkan teori belajarnya terhadap hasil penelitian mencoba merumuskan konsep belajar dengan tujuan agar dapat mencerdaskan manusia mulai dikenal dengan konsep-konsep yang dikemukakannya, tentunya dengan argumentasi ilmiah mereka dalam hal yang mereka temukan tersebut. Teori belajar berindikasikan untuk mempengaruhi pembelajaran dan proses sebelumnya yang disebut perencanaan pembelajaran dapat berhasil efektif membelajarkan manusia.
Sebagai masukan (Input) bahan perumusan rencana pembelajaran, maka teori belajar menjadi hal yang sangat penting dan dibutuhkan dalam merencanakan sebuah kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, teori belajar menjadi bahan penentuan tujuan, metoda, isi, situasi, media, dan evaluasi yang diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran kelak yang sedang direncanakan.






No comments:

Post a Comment